14 Mei 2008

Mengenang lahir

Share


Suara Karya Sabtu, 12 April 2008


Ekstase 1
Mengenang lahir


selalu saja,
ada yang tambah berkurang
selalu baru di tiap detik
tahun baru yang kian ganjil
seperti usia yang tak pernah genap

Purbalingga, 1 Januari 2008

Ekstase 2
Malam batinku


aku mencintai kesunyian
tapi aku tak pernah pesan nisan

dan kau mengirimnya
berulang-ulangmalam ini di batinku

Purbalingga, 6 Januari 2008


Ekstase 3
Puncak Borobudur

dari relief ke relief
selalu saja, yang terbaca hanya tanda
tergurat diantara pahatan arca
dan tatahan stupa

merogoh sejarah
menggapai dongeng
aku tak menemukan apapun
selain batu yang berdiam di dadamu

Magelang, 11 Januari 2008



Ekstase 4
Rumah kafein


di sini tak pernah ada janji
orang-orang ramai, datang dan pergi
menukar kisah dengan secangkir-cangkir kopi
tetapi selalu saja ada yang sisa

di sini tak pernah ada janji
kau, aku bertemu memesan kopi
buli-buli, dan ubi

di sini tak pernah ada janji
menumpah air rasa, menyerpih sesal,
dan kesal yang tiba-tiba padam

di sini tak harus ada janji
juga percakapan yang melelahkan
lantaran kopi seperti gula
telah membaca sejarah kita
dan yang tersisa selalu ampas

Purwokerto, 12 Januari 2008


Ekstase 5
Pagi yang biasa


selamat pagi telah kubawa segala nota
tagihan-tagihan janji dan fotocopy masa silam
yang menyerupai kabut

pagi yang biasa
usai mimpi memungut cahaya

Purbalingga, Januari 2008

Ekstase 6
Laut tidur di pundakmu

sejak laut tertidur di pundakmu
tak ada lagi garam, pasir, dan jala
kayuh, sampan, dan nelayan

kepiting mencari teduh pada lokan

senja yang piala cuaca jatuh dari rusukmu

ikan-ikan tanggalkan sayap
tinggalkan gambar gambaran gambarmu

tentang kau-aku dan waktu batu

Purbalingga, Januari 2008


Ekstase 7
Ruang tamu


puncak percintaan kita
selalu saja terbit dan terbenam
di sudut ruang tamu

seperti cicak yang fasih berucap nyamuk
bibirmu bibirku saling mengucap sejarah

(di luar batin, orang orang ramai mengucap takdir kita)

sementara kau sibuk
membunuhi sejarah ruang tamu

tetapi kupilih mengucap dzikir
dengan membunuhimu tiap malam
di bilik jantung yang dalam

Purwokerto, 2007






| More

0 Comments:

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.