18 Mei 2008

Kutenggelamkan Sepi Dalam Lamunanmu

Share

Puisi Teguh Trianton dalam antologi 'Untuk Sebuah Kasihsayang'


Kutenggelamkan Sepi
Dalam Lamunanmu
bagi : DNS


Kutenggelamkan sepi dalam lamunan
yang menderai sukma. Angin ragawi
meniupkan angan pada kecantikan sorga.
Malaikat maut melambai-lambaikan
sayap, hingga dingin menusuk wadagku.

Aku terpesona pada indah tarianmu,
yang gemulai menggoyang pinggul dedaunan.

Kutenggelamkan sepi dalam lamunanmu.

Purwokerto, 27 Mei 2004

Sementara itu
: Haryono Sukiran


Sementara itu
aku masih saja sibuk,
menghitung berapa helai
sisa uban yang berhasil
aku sembunyikan.


Dari balik cream berwarna jantan itu
aku semakin terpesona. Pada
bintang bertaburan yang
mengagumi sisa-sisa nafasku.

Sementara itu,
matahari sudah semakin lapuk.
Menatapku dengan wajah pucat pasi

Aku tersenyum ketir.
Memandangi senja yang
menggoreskan siluet kelam
pada layar batin ini.

Purbalingga, 27 Mei 2004


Lengkap Sudah Kegundahan ini

Hari ini ada dendam yang telah terpatahkan oleh pijar matahari, saat jemari tanganku bergetar berpayah meraih bongkahan masa silam yang tercecer di tubir malam.

Seraut pagi menghembus sejuk menghela tangkai nurani menjatuhkan embun yang rontok bersama daun sejarah yang layu.

Kekasih,
lengkap sudah kegundahan ini.

Purbalingga - Purwokerto, 29 Mei 2004

Lebih Dari Apa
: ry_ry

Lebih dari apa.
Malam ini hampir sempurna dengan sekeping bulan dan bintang yang berserakan.

Adik...
Taukah kau, jika malam ini kan jadi sempurna dengan mawar yang terkulai manja dalam lipatan dada.

Kenapa kau tak datang sayang, untuk jadi matahari melengkapi bulan dan bintang yang berpijar di langit biru batin ini.

Purbalingga - Purwokerto, 1 Juni 2004



Pelacur Yang Diperkosa

“Aku jatuh cinta pada senja yang telah lama menunggu di batas rinai waktu,” katamu menutup penyesalan yang selalu terulang setiap akhir perjamuan.

Aku adalah pelacur yang diperkosa, bukan oleh sejuta lelaki berkepala kelinci, tetapi oleh segala bintang yang berserak di langit kelam.

Aku bersenggama dengan segala merk dagang, tubuhku ditelanjangi dengan segala busana, bibirku dicumbui segala lipstik, rambutku dijamah segala warna pelangi, batang hidung, pantat dan segala tetek dihisap silikon sehingga segar tampak mata.

Aku pelacur yang diperkosa, tak pernah merasa bersalah telah membagi kasih sayang pada segala merk dagang. Sebab aku telah jatuh hati pada kekasih yang menungguku dibalik senja. Kekasih yang tak pernah membedakan raga. Kekasih yang tak pernah meminta. Yang berhembus besama nafas, mengalir dalam darah.

Aku pelacur yang diperkosa, terkulai lemas di ujung teras rumah Kekasih, menunggu pintu terbuka, dengan anak kunci yang telah jadi penyesalan.

Aku pelacur yang diperkosa.

Purbalingga, 30 Juni 2004


| More

0 Comments:

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.