Suara Pembaruan, 05 Pebruari 2006
Menggambar Matahari
kuhunus pedang
kuruwat pensil
kutoreh kuas
kubingkai kanvas
menggambar matahari
tintaku pudar oleh hujan
mataku berembun
dikagumi nyala cahyamu
aku menyebutnya rindu,
sebab rendezvous hanya penawar separo waktu.
tulislah cinta di dinding hatimu,
seperti kutulis sajak tentang alis matamu.
terjemahkan cinta dalam igaumu,
seperti kuterjemahkan aroma tubuhmu
pada nafas waktu yang piatu.
Mengendarai Angin
mengendarai angin
aku melesat mendahului anganku
tinggalkan tubuh, mengejar nafas yang terhempas.
mengendarai angin,
kuciptakan pesta mengundang mendung
merayu hujan mengirim aroma tubuhmu.
mengendarai angin,
tinggalkan sejarah lusuhku
kutulis matahari di lembar kedua
notulen jiwa.
Purbalingga, Oktober 2005
https://orcid.org/0000-0002-3765-8899
0 Comments:
Post a Comment