22 April 2008

Memoar Pagi

Share

Sindo, 10 Juni 2007

Wasyamsy


demi matahari yang terbit
dari larut gundah di batin

jika malam ini
kau asah pisau
dan gali kubur untukku

esok pagi,
untailah fatehah
tebar syahadat
pada nisan
di jantungku

Purbalingga, April 2007


Walqomari

demi temaram bulan di langit batin

segala magma membuncah
menyaksikan ritual terindah
masokis hati di malam nelata

Purbalingga, April 2007





Walaieli

demi malam yang rapuh
sesungguhnya tiap airmata
yang gugur dari ranting tahajud
menjadi sungai pelirih pinta

yang maha kekasih
atas ridlho-mu,
kupinang matahari
bersanding nafasku

Purbalingga, April 2007




Wadhuha

demi matahari sepenggalah batin
sujud dan rinduku tak sebanding
embun yang merayap, memanjat,
menggapai cahaya

di antara celah-celah daun
dan ranting wudu

pagi ini, serupa pisau
matahari menunjamku berkali-kali
tentu dengan catatan kecil
tentang rendezvous kau-aku
yang selalu piatu

Purbalingga, April 2007



Memoar Pagi


salam takzim
wahai perempuan bermata embun

mimpi apa semalam,
hingga pagi ini kangenku
melebihi mata pisau

Purbalingga, April 2007





| More

0 Comments:

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.