Pledoi 2
Puncak kebahagiaan adalah airmata
akadku padamu
di dadamu kutulis puisi
lengkap dengan sajadah
dan airmata
seperti pemburu yang mengeja anak panah
di dadamu kutemukan yang melebihi jantung
dari puncak airmata
Purbalingga, Februari 2008
Pledoi 3
Seperti Malam
kangen
seperti malam
batinku telah larut
oleh mimpi
tentangmu
berkalikali
Purbalingga, Februari 2008
Pledoi 4
Kebencian
seperti hujan
cinta selalu saja
tumbuh dari kebencian
tubuh yang menggigil
batin yang basah
seperti hujan
cinta adalah kebencian
yang membatu
di dada
sehingga
aku benci
membencimu
Purbalingga, Februari 2008
Pledoi 5
Mengais Cahaya
saat segala cahaya lindap
justru di situ aku melihat
bayangan diri ini mengendapendap
mengais cahaya direnruntuhan
tubuhku
Purbalingga, Maret 2008
Pledoi 6
Meditasi Tepi Laut
di kelam hari
di tepi laut
aku tak menemukan apapun
selain ombak pecah
yang gaduh
membuatku merasa
paling sunyi
Purbalingga, Maret 2008
Pledoi 7
Di Kelam Hari
entah siapa yang memulai
sehingga tercipta percakapan
yang kian batin
dan kau bertanya
kenapa kupilih laut serupa kiblat
dan pantai sajadah yang menghampar
dan pasir butir tasbih
wiridku debur ombak
yang selalu pecah di keheningan
yang terus berulang
mendaratkan ciuman sepi
Purbalingga, Maret 2008
Pledoi 8
Nusakambangan
melompati laut
mengejar matahari senja
pada matamu kakiku tersangkut prasangka
dan waktu menjatuhkan ingatanku
tak ada yang lebih ibu
tak ada yang lebih anak
tak ada yang lebih ayah
tak ada yang lebih sayang
tak ada yang lebih rindu
tak ada yang kian dendam
tak ada yang lebih rendezvous
setelah tali buritan terikat daratan
yang paling ombak
yang kian pantai
yang paling romantis
adalah nusakambangan
Cilacap, Maret 2008
Batam Pos - Minggu, 04 Januari 2009
06 Januari 2009
Sajak-sajak
Share
Diposting oleh Unknown di Selasa, Januari 06, 2009
Label: Sajak
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)
https://orcid.org/0000-0002-3765-8899
2 Comments:
Ho ho ho letupan pendek lebih berarti dari pada sebuah dentuman yang kita sendiri bingung menafsir maknanya.
Puisi dikau mengena apa yang kumaksud.
Salam sastra
Puisimu sudah kumuat di blog Jawa Timur.Trims.Salam sastra
Post a Comment