22 Desember 2008

Hari jadi Purbalingga

Share

Keberhasilan dan Tantangan Purbalingga

(Refleksi 178 Tahun)

Oleh Teguh Trianton


Secara historis usia Kabupaten Purbalingga pada hari Kamis 18 Desember 2008 telah mencapai 178 tahun. Namun secara yuridis (formal) pengakuan tanggal 18 Desember sebagai hari jadi Kabupaten Purbalingga baru ditetapkan 12 tahun lalu yaitu tahun 1996.

Hari jadi tersebut ditetapkan melalui Peraturan daerah (perda) Nomor 15 Tahun 1996 tanggal 19 Nopember 1996. Dalam perda ini disebutkan bahwa bahwa hari jadi Kabupaten Purbalingga adalah tanggal 18 Desember 1830 atau 3 Rajab 1246 Hijriah. Atau tanggal 3 Rajab 1758 atau tahun Je berdasar sistem kalender Jawa-Aboge.

Menurut sejarahnya Purbalingga ternyata pernah menduduki peranan penting pada masa kejayaan kerajaan tempo dulu. Nama Purbalingga erat dengan kisah kejayaan Kerajaan Majapahit, Demak, Pajang, dan Mataram. Kelima kerajaan itu secara bergantian pernah menguasai Purbalingga sebagai wilayah dudukan.

Hal ini dibuktikan dengan kentalnya pengaruh kebudayaan pada masa itu terhadap sistem kebudayaan masyarakat Purbalingga. Pengaruh tersebut masih dapat dijumpai hingga sekarang. Ada yang berwujud peninggalan benda purbakala (artefak), berupa seni tradisi, sistem religi (upacara adat), dan sebagainya.

Bukti-bukti lain yang berwujud dokumen literer, diantaranya berupa serat atau sastra babad. Sastra Babad masuk dalam genre sastra sejarah yang berkembang di Jawa, Bali, Madura, dan Lombok. Di Sumatera, Kalimantan dan Malaysia disebut dengan istilah hikayat, dan silsilah. Atau Tambo di Padang dan Lontara di Sulawesi Selatan.

Nah sejarah Purbalingga tedokumentasi dalam 4 (empat) babad berbeda. Pertama, Babad Onje milik S Warnoto -dulu menjabat Carik atau Sekdes Onje, Kecamatan Mrebet- Purbalingga. Kedua, Babad Purbalingga, koleksi perpustakaan Museum Sonobudaya Yogyakarta. Ketiga, Babad Jambukarang yang diterbitkan Soemodidjojo Mahadewa Yogyakarta tahun 1953. Dan keempat adalah Babad Banyumas yang tersimpan di Museum Sonobudaya Yogyakarta.

Berdasarkan bukti literer itulah kemudian sejarah Kabupaten Purbalingga direkontruksi. Data babad tersebut dibandingkan dengan arsip peninggalan Pemerintah Hindia Belanda yang disimpan dalam koleksi Arsip Nasional RI. Hasilnya disimpulkan (disepakati) bahwa hari jadi Purbalingga jatuh pada tanggal 18 Desember 1830 (Penelitian LPM UGM, 1997).


Keberhasilan

Kini, memasuki penghujung tahun 2008, usia Kabupaten Purbalingga genap 178 tahun atau hampir dua abad. Berbagai capaian pembangunan telah diraih. Meski masih ada kekurangan namun raihan ini patut disyukuri.

Sekedar merefleksi, beberapa keberhasilan Purbalingga diantaranya adalah berkali-kali mencatatkan diri sebagai daerah pemecah rekor Muri. Pada bidang politik (perolehan suara terbanyak dalam Pilkada langsung 2004). Bidang ekonomi-industri (knalpot raksasa, sajadah kayu), seni budaya (seni thek-thek, sanggul, lesung raksasa), dan lain-lain.

Dalam bidang kebersihan dan lingkungan, Purbalingga juga beberapa kali berhasil menyandang predikat Kota Adipura. Bidang investasi, termasuk kabupaten dengan layanan perijinan paling prima (diraih KPPI).

Bidang parisiwata, berhasil mengembangkan konsep wisata air (Owabong, Pancuran Mas). Wisata alam Munjul Luhur Adventure Zone (Bumper Munjuluhur), dan Goa Lawa. Wisata edukatif; Taman Reptil dan serangga, Museum uang, kebun buah, sayur organik, dan taman stroberi.

Beberapa nama tokoh besar juga lahir dari Purbalingga. Diantaranya Panglima Besar (Pangsar) Jenderal Sudirman. Kemudian tokoh pendidikan dan cendekiawan, Prof Dr Soegarda Poerbakawatja.

Bidang pertanian dan perkebunan, Purbalingga berhasil membudidayakan durian, duku (Kalikajar). Bahkan tanaman buah impor seperti strowberi juga bisa tumbuh di Purbalingga. Bidang ekonomi, Purbalingga tengah mengembangkan kawasan segitiga emas yaitu dengan memindah letak pasar tradisional Purbalingga ke dalam satu kompleks dengan pasar hewan, dan terminal kota.


Seni dan Budaya

Pada bidang seni dan budaya, Purbalingga memiliki khasanah seni tradisional yang adi-luhung. Yaitu Seni Begalan, Angguk, Dames atau Amplang, Calung, Ebeg atau Kuda Kepang, Lengger, dan Slawatan. Namun sayangnya jenis kesenian ini sudah hampir punah.

Padahal dalam seni tradisional tersebut banyak tersimpan ajaran budi pekerti yang luhur. Nilai-nilai kejujuran, kepahlawanan, patriotisme, religiusitas, dan norma-norma mengalir deras di dalamnya.

Sementara itu pada jenis seni tradisi pakeliran (wayang), beberapa nama dalang juga lahir dari Purbalingga. Hanya saja keberadaan mereka kian terpinggirkan tersisih oleh kemajuan jaman dan ‘kalah’ bersaing dengan dalang dari daerah lain.

Di Purbalingga juga terdapat sentra-sentra industri kerajinan tangan seperti batik, anyaman tikar pandan, anyaman bambu, gerabah tanah liat, dan seni kerajinan tangan lainnya.

Pada seni kontemporer, dari Purbalingga juga telah lahir Cinema Lover Comunniti (CLC). Yaitu sebuah wadah apresiasi para pecinta seni sinematografi. Puluhan film pendek karya sineas lokal Purbalingga telah terpilih menjadi duta Banyumas dalam kancah perfilman nasional. Film pendek Purbalingga berulang kali mendapat penghargaan tingkat nasional.


Tantangan

Sesungguhnya, di luar capaian pembangunan dan berbagai penghargaan itu, Kabupaten Purbalingga ke depan masih menghadapi tantangan yang berat. Setidaknya masih ada lima permasalahan pokok pembangunan yang harus dihadapi.

Yang pertama adalah masalah tenaga kerja, mulai dari peningkatan angka pengangguran hingga upah yang belum sesuai UMK. Ini merupakan masalah terberat, di samping empat masalah lainnya yaitu: a) pertumbuhan ekonomi yang masih seret, b) disparitas yang tajam antara pembangunan wilayah kota dan desa, c) minimnya sumber pembiayaan pembangunan, dan d) rendahnya kualitas SDM.

Menurut saya, akar permasalahan itu sebenarnya adalah rendahnya moralitas serta kualitas SDM. Keduanya bersumber dari rendahnya derajat pendidikan masyarakat, yang akhirnya menimbulkan efek domino pada sektor lain.

Pendidikan yang rendah berpengaruh pada kualitas hidup, lapangan kerja terbatas. Saat ini terdapat sekitar 60 perusahaan besar (19 diantaranya PMA) di Purbalingga, yang merekrut sekitar 12.000 buruh. Namun 90 persen tenaga kerja yang terserap adalah perempuan.

Akibatnya, banyak tenaga kerja pria yang mengganggur. Jumlah penganggur ini diprediksi akan bertambah, seiring dengan terjadinya krisis ekonomi global sejak September lalu.

Ini pasti berimbas pada peningkatan angka kemiskinan, dan memengaruhi rendahnya asupan gizi (pola makan), kurangnya sarana papan yang layak, dan derajat kesehatan yang rendah. Pada gilirannya akan berpengaruh pada produktivitas kerja, pendapatan yang rendah, serta penurunan daya beli.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, sebenarnya Pemerintah Kabupaten Purbalingga telah memiliki formulasi jitu. Arah kebijakan pembangungan yang selama ini dicanangkan mesti ditegakkan di atas landasan vital, yaitu pemenuhan kebutuhan pokok (pangan dan papan).

Untuk mencapai visi pembangunan yang diorientasikan pada kesejahteraan, kebijakannya ditopang oleh empat pilar utama: a) pendidikan dan agama, b) kesehatan, c) ekonomi kerakyatan, dan d) pembangunan pedesaan. Tujuannya adalah membangun masyarakat Purbalingga yang mandiri, berdaya saing, dan berahlak mulia.

Sayangnya, cita-cita ideal tersebut hingga kini belum sepenuhnya tercapai. Masih terdapat sekitar 10.404 anak usia 7-15 tahun yang tidak sekolah dengan berbagai alasan. Belum lagi angka drop out yang tidak terdata.

Upah buruh diprediksi baru sesuai UMK pada tahun 2012, padahal rasio kebutuhan hidup layak (KHL) pasti telah berubah. Semoga catatan ini bisa makin memacu seluruh aparatur Pemkab Purbalingga dalam menerapkan kebijakan yang lebih realistis dan prorakyat. (Posting versi lengkap)


Sumber : Suara Merdeka, Sabtu 20 Desember 2008


—Teguh Trianton, penyair dan staf edukatif SMK Widya Manggala Purbalingga.




| More

1 Comment:

Dery said...

selamat tuk purbalingga, semoga makin maju. oya pak sampeyan ngajar neng widya, kapan sih sekolah widya berdiri. aku waktu mudik kok wis beda banget ya purbalingga. dadi maju banget kayane ya. oya aku alumni smkn pbg 1999. salam

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.