01 Desember 2008

Sajak Kecil

Share


Katamu
-tentang cinta-


katamu, cinta selalu seujud pisau
semakin diasah kian menunjam
dan memilukan
semakin dihunus
kian mematikan

lalu
kenapa kau hendak membunuhiku
sehingga tak henti mengeja ketajaman
pisau di ujung rinduku

Purbalingga, April 2008


Katamu
-tetang pertanyaan-


katamu, tak semua pertanyaan
harus dijawab dengan tumpukan kata
tatkala diam justru lebih menjelaskan
lalu kenapa kau masih juga bertanya
saat tuhan diam dengan takdir kita

Purbalingga, April 2008

Karena kau penyair
        bagi: Bhre


karena kau penyair
seperti sajakmu, aku tak ingin
bertemu mimpi yang beku
sehingga saat gerimis kluwung
tubuhku terbelah

karena kau penyair
seperti pintamu,
lewat kidung lancung
kukatakan hitam itu indah
pun bulatan pada matamu
yang urung kurenangi

dan yang putih
tak selalu kabut,
bukan?

Solo - Purbalingga, Mei 2008

Pledoi Sufi


tuhan, benarkah sholatku
lebih baik dari tidurku?
jika dalam terjaga
aku tak dapat melihatmu
sedang, pada tidurku
tak seorang pun tahu
aku mendekapmu

Purbalingga, Mei 2008



Pledoi Penyair


malam menunjamkan kedewasaannya
begitu ramun, serupa harpa dawai siter
memetik sendiri kemerduaannya
membentuk notasinotasi
mengirim sakramen paling sunyi
menyihir sajakku jadi doa
yang paling doa yang paling
puisi

Purbalingga, Mei 2008


Pledoi Puisi


bukan, bukan kecupan
yang selalu tertinggal di dada usai bercinta
lantaran kau kian berjelaga setelah merah padam
bukan, bukan luka
yang selalu nyeri di leher sejarah
lantaran kau tak pernah merasa terluka
meski sejarah mengandung serapah
bukan, bukan ciuman yang tersisa di tubuhmu
tapi puisi kehabisan kata

Purbalingga, Mei 2008


Kutengadahkan luka


pada keheningan jantung pagi
di dadamu kutengadahkan luka
bersimpuh menyesali percintaan
yang semalam berahir padam

Purbalingga, 2004-2008


Aku menyebutmu cinta


sejak aku mencium tubuh
dan ngungun melepasmu
lalu aku menyebutmu
cinta

Purbalingga, 2005-2008


Aku menyebutnya menunggu


lalu aku menyebutnya menunggu,
sebab rendezvous kita hanya tercipta
dari remah-remah waktu yang piatu

Purwokerto, 2005-2008


Suara Karya, Sabtu 29 Nopember 2008



| More

0 Comments:

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.