
Pulang
yang maha bulan, yang maha ampunan
yang maha berkah, yang maha pahala
telah terbenam pada garis edarnya
sedang garis harapan
yang tertatah di telapak syahadat
masih basah oleh keringat
sebulan hari mencari jatidiri
sebulan hari mengasah intuisi
sebulan hari mengelola emosi
sampailah kita pada muara yang suci
semasa yang silam, pun kita lahir dari rahim melati
tapi langkah kita di atas tiktok jarum sejarah yang tanggal
tinggalkan tak hingga kenangan
yang bertabur bunga, menjadi tawa sisakan bangga dan bahagia
yang penuh noda, menjadi luka sisakan pedih dan duka
tapi karena langit masih biru,
laut juga biru
setetes bening maaf yang ikhlas
menjadi oase pada ladang belukar kealpaan di lembah batinku
lalu aku menyebutnya jabat erat jiwa
sebab jabat tangan selalu lepas di alinea pembuka,
sebelum bibir kita kering oleh sesal yang selalu sisakan piutang
lalu aku menyebutnya hati
sebab gugus airmata
tak cukup untuk membasuhnya
sedang sesal tak hanya sebatas bibir
barangkali setetes maaf dari lubuk nurani
mampu mengirim kita pada muara yang sama
sedang pintu fitrah terlajur terbuka.
Teguh Trianton ~
Purbalingga, 1429 H
23 September 2008
Selamat Idul Fitri
Share
Diposting oleh Unknown di Selasa, September 23, 2008
Label: Lebaran
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)
https://orcid.org/0000-0002-3765-8899
0 Comments:
Post a Comment