23 September 2008

Selamat Idul Fitri

Share







Pulang

yang maha bulan, yang maha ampunan
yang maha berkah, yang maha pahala
telah terbenam pada garis edarnya

sedang garis harapan
yang tertatah di telapak syahadat
masih basah oleh keringat

sebulan hari mencari jatidiri
sebulan hari mengasah intuisi
sebulan hari mengelola emosi
sampailah kita pada muara yang suci

semasa yang silam, pun kita lahir dari rahim melati
tapi langkah kita di atas tiktok jarum sejarah yang tanggal
tinggalkan tak hingga kenangan

yang bertabur bunga, menjadi tawa sisakan bangga dan bahagia
yang penuh noda, menjadi luka sisakan pedih dan duka

tapi karena langit masih biru,
laut juga biru
setetes bening maaf yang ikhlas
menjadi oase pada ladang belukar kealpaan di lembah batinku

lalu aku menyebutnya jabat erat jiwa
sebab jabat tangan selalu lepas di alinea pembuka,
sebelum bibir kita kering oleh sesal yang selalu sisakan piutang

lalu aku menyebutnya hati
sebab gugus airmata
tak cukup untuk membasuhnya
sedang sesal tak hanya sebatas bibir

barangkali setetes maaf dari lubuk nurani
mampu mengirim kita pada muara yang sama
sedang pintu fitrah terlajur terbuka.

Teguh Trianton ~
Purbalingga, 1429 H

| More

0 Comments:

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.